Secara konstitusional dilarang untuk masa jabatan ketiga, para pengamat percaya bahwa Joko Widodo berusaha untuk mengamankan warisannya dengan mendukung Prabowo, yang telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan presiden.
Pencalonan Gibran pada pemilu 14 Februari 2024 juga dianggap sebagai upaya Joko Widodo untuk membangun dinasti politik. Yang, oleh beberapa kritikus dianggap ironis mengingat popularitasnya berasal dari kisahnya sebagai pengusaha kelas menengah yang sukses dalam politik tanpa koneksi elite apa pun.
Gibran akhirnya mengundurkan diri dari PDIP, dan menantu Widodo, Walikota Medan Bobby Nasution, dipecat oleh partai tersebut pada November 2023 karena mendukung kampanye Prabowo dan Gibran.
Survei menunjukkan bahwa Prabowo adalah kandidat terdepan dalam pemilihan presiden. Sedangkan, Ganjar dan kandidat oposisi Anies Baswedan tertinggal jauh di belakang.
Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh Pusat Kajian Strategis dan Internasional di Indonesia (CSIS) pada tanggal 27 Desember menunjukkan bahwa Prabowo memperoleh 43,7 persen suara, Anies memperoleh 26 persen, dan Ganjar 19 persen.
Sehari sebelum perayaan HUP PDIP, Joko Widodo berangkat untuk perjalanan enam hari keliling Asia Tenggara. Termasuk kunjungan ke Vietnam, Brunei, dan Filipina.
Koordinator Staf Kepresidenan Ari Dwipayana pada Selasa membenarkan bahwa Joko Widodo tidak dapat menghadiri acara tersebut. Menurutnya hal itu karena jadwalnya bentrok dengan perjalanannya ke ASEAN, yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







