“Kaget juga saya ketika petani itu bilang, selama ini sayur mereka baik-baik saja, kehadiran PLTP Lahendong sama sekali tidak mengganggu produktivitas pertanian dari warga setempat,” ungkap Hendrikus.
Salah seorang petani yang menjalankan aktivitas cocok tanam dekat kawasan PLTP Lahendong, Herald Kaat, juga menyebut lahan mereka begitu subur dan sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman jangka pendek maupun tanaman jangka panjang, mulai dari kol, sawi, labu, tomat, hingga kopi dan kakao.
“Kami di sini masih beraktivitas seperti biasa, hasil pertanian juga normal. Tanah kami memang diberkati Tuhan, dari tanah yang subur sampai potensi panas bumi yang kami nikmati saat ini,” ucap petani sayur organik itu.
Kekhawatiran peserta sosialisasi dari Poco Leok ini juga ditampik oleh pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Mereka mengimbau masyarakat untuk tak perlu risau dengan kehadiran PLTP, sebab geothermal tak berdampak buruk, terutama bagi sektor pertanian.
“Tidak usah ragu untuk berkolaborasi karena itu menunjung sistem ekonomi di desa. Petani-petani di sini juga memanfaatkan lahan-lahan di sekitar geothermal dan selama ini tidak ada dampak negatif,” kata pengurus BUMDes.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







