“Anaknya rajin. Tidak neko-neko dan seperti siswa lainnya. Tidak ada yang mencolok di pergaulan. Kami atas nama sekolahan mengucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” ungkap D, kemarin (24/1/2023).
D mengaku pihak sekolah baru menerima kabar duka tersebut kemarin pagi, sekira pukul 09.00. Kemudian para guru bersama seluruh siswa kelas IX, datang ke rumah duka di Kecamatan Grogol.
“Kami sampai rumah duka habis dhuhur sampai pukul 14.00. Kami juga mengantar sampai pemakaman,” imbuhnya.
Duduk di bangku kelas IX, E harusnya akan mengikuti ujian. Tepatnya pada Maret mendatang. Sebelum itu, lanjut D, seluruh siswa kelas IX akan mengikuti latihan ujian bulan depan.
“Harusnya dia ikut latihan dulu pada Februari, kemudian ujian pada Maret bersama teman-temannya. Selama ini dia dikenal siswi yang baik,” beber D.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti kediaman korban, kemarin. Isak tangis pecah, ketika ambulans yang membawa jenazah korban tiba di rumah duka, sekira pukul 13.45. Bahkan ibu korban, EM, sempat berteriak histeris. Tak kuasa menahan kesedihan. Sedangkan ayah korban, JW, berusaha menenangkan sang istri.
Usai tiba, jenazah korban langsung salatkan di masjid setempat yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka. Jenazah selesai disalatkan pukul 14.15.
“Kami mendapat kabar (kematian E) dari pamong desa dan Polsek Grogol. Lalu kami segera ke RSUD Dr Moewardi Surakarta,” ujar paman korban, JK.
JK mengaku, saat kejadian korban sejatinya sempat diajak menghadiri acara keluarga. Tapi menolak, justru pergi keluar rumah. “Ya tidak menyangka, keponakan saya meninggal dalam kondisi seperti itu. Kami menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib,” hematnya.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
