Diketahui korban hendak berkencan dengan pria hidung belang yang diduga pelaku pembunuhan. Korban dihubungi laki-laki tersebut melalui sebuah aplikasi perkencanan. “Selesai mengantarkan korban, NTO langsung pulang,” terang kapolres.
Sekira pukul 17.00-18.30, NTO menghubungi korban melalui aplikasi WhatApp (WA). Meminta korban segera pulang, karena ibunya sudah mencarinya. Namun handphone (HP) korban ternyata mati.
Tak kurang akal, NTO mencoba menghubungi pacar korban, IN, 19. Kemudian IN mengaku sekira pukul 15.30, korban sempat share lokasi TKP.
“Malamnya, NTO dan IN menuju ke lokasi yang di-share korban. Setiba di TKP, mereka mendapati korban sudah meninggal dunia,” jelas kapolres.
Di lokasi kejadian, ditemukan bungkus kondom warna yang masih utuh. Kemudian sebungkus rokok warna putih, serta sebuah lip cream (krim untuk bibir) berwarna hitam.
“Kami sudah melakukan olah TKP. Memeriksa saksi dan juga CCTV. Jasad korban sudah bawa ke RSUD Dr Moewardi Surakarta untuk Autopsi,” ungkap kapolres.
Dikenal Rajin dan Tidak Neko-Neko
Di mata gurunya di SMP, E, korban pembunuhan sadis di Desa Pandeyan, Grogol, merupakan siswi yang rajin di sekolah. Dia juga dkenal tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar aturan sekolah. Tak heran para guru di sekolahnya sempat syok, lantaran E dbunuh usai hohohihe melalui aplikasi perkencanan.
Guru SMP tempat Siswi E menimba ilmu D, sempat kaget mendengar kabar duka tersebut. Dia mengaku anak didiknya yang duduk di bangku kelas IX tersebut, memang tidak terlalu menonjol di bidang akademi. Juga belum pernah mengikuti aneka kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolahan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
