Bupati mengingatkan bahwa orang tua, guru, maupun keluarga tidak mungkin mendampingi anak selama 24 jam. Oleh sebab itu, setiap anak perlu memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menggunakan teknologi secara bijak.
“Pilihlah mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang positif dan mana yang negatif. Pada akhirnya, kalian sendirilah yang menentukan bagaimana menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai ancaman, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi digital, hingga berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Ia mengakui bahwa kemampuan pemerintah maupun orang tua memiliki keterbatasan dalam mengawasi anak setiap saat. Meski demikian, pemerintah akan terus berikhtiar memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh anak di Kabupaten Manggarai.
Mengusung semangat Hari Anak Nasional 2026, Bupati mengajak seluruh anak menjadi pelopor dan pelapor.
Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan mampu menginisiasi berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sementara sebagai pelapor, mereka diminta berani menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui adanya kekerasan, perundungan, pelecehan, maupun perlakuan buruk yang menimpa diri sendiri ataupun teman.
“Jangan berpikir bahwa karena bukan kita yang mengalami, maka kita tidak perlu melapor. Jika mengetahui ada teman yang menjadi korban, beranilah berbicara (speak up) kepada orang tua, guru, atau pihak yang berwenang agar dapat segera ditangani,” tegasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











