Gendang Tambor Tadong Mulai Dibangun, Ratusan Warga Khidmat Roko Molas Poco

Setelah prosesi adat di gerbang selesai, siri bongkok kemudian diarak menuju lokasi pembangunan rumah gendang dan secara simbolis diletakkan. “Itu disebut Bangka Niang Tambor Tadong,” jelasnya.

Pembangunan rumah gendang ini, ungkap Aloisius juga mendapat dukungan anggaran dari Pemda Manggarai sebesar Rp 200 juta melalui kelompok masyarakat (pokmas). Selain itu, swadaya masyarakat turut memperkuat proses pembangunan. “Kegiatan ini menjadi sempurna karena masyarakat juga tergerak hatinya untuk turut bergotong royong membangun rumah gendang,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh gendang ini mencerminkan satu rumpun besar yang berasal dari Kampung Ruteng Pu’u, yang kini tersebar di berbagai wilayah seperti Karot, Watu, Woang, Pitak, dan Mena. Karena itu, seluruh orang yang hadir dalam ritual ini sejatinya merupakan satu keluarga besar. “Momentum ini menjadi rahmat persatuan dan mempererat suasana kekeluargaan. Ritual ini juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan masyarakat adat itu sendiri,” pungkasnya.

Menurutnya, partisipasi penuh dari seluruh masyarakat dan rumpun keluarga yang terlibat menandakan bahwa tidak ada persoalan berarti terkait pembangunan rumah gendang tersebut. “Kalau semua bersatu, berarti tidak ada masalah. Dalam istilah orang tua, disebut ‘mongko keta ngasang bongkok’, karena semua orang berpartisipasi di dalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Alo Jebarut, yang turut hadir dalam prosesi tersebut menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Gendang Tambor Tadong merupakan bagian dari program revitalisasi 92 rumah gendang oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel