Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya: Pengingat Nyata Ancaman Megathrust di Selatan NTT

Wilayah kepulauan di NTT yang berada di bawah pengaruh langsung atau berbatasan dengan zona seismik aktif ini meliputi:

  • Pulau Sumba: Berada paling dekat dengan parit subduksi tempat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Wilayah pesisir selatan Sumba berhadapan langsung dengan pusat penunjaman lempeng ini.
  • Pulau Timor (termasuk Kupang dan sekitarnya): Merupakan area kelanjutan zona subduksi ke arah timur dengan struktur tektonik yang sangat kompleks akibat tabrakan lempeng.
  • Pulau Flores: Meskipun bagian selatannya dipengaruhi oleh sistem subduksi, pulau ini juga diapit oleh sumber gempa besar lain di bagian utaranya.

Dikepung Dua Sumber Gempa Utama

Secara tektonik, wilayah NTT dapat dikatakan “dikepung” oleh dua sumber gempa utama di selatan dan utara:

  • Zona Subduksi (Megathrust Sumba) di Selatan: Tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Kepulauan Nusa Tenggara, yang menyimpan potensi memicu gempa megathrust bermagnitudo besar hingga M 8,9.
  • Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) di Utara: Patahan naik di dasar laut yang membentang di sepanjang utara Flores hingga Bali. Sesar aktif ini mampu memicu gempa dangkal merusak beserta tsunami, sebagaimana terekam dalam sejarah gempa Flores.

Pemetaan zona seismik aktif oleh BMKG ini bukanlah bentuk ramalan bahwa gempa besar akan segera terjadi. Sebaliknya, informasi struktur tektonik ini merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat standar bangunan tahan gempa, serta memantapkan langkah mitigasi bencana bagi masyarakat yang hidup di pesisir NTT.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel