Cepat, Lugas dan Berimbang

G a d u h

Mesti kah perjalanan kita terhalang sandungan?

Oh iya, mari kembali ke tanya awal.  Apa sesungguhnya maksud hati dari Roy Suryo cs di balik semuanya ini? Toh, biarkanlah bangsa kita lanjutkan perjalanan ini menuju cita-cita kemerdekaan. Suara bijak menuntun agar biarlah tumpah darah ini ada dalam keteduhan dan damai.

Tentu kata-kata bijak dan nasihat saleh itu tentu tak mudah tembusi tembok tebal hati yang telah tersandra oleh kepentingan. Pun oleh luka-luka pedih perih akibat, mungkin saja, virus dendam politik itu. Entahlah sampai kapan si Roy Suryo cs tetap ‘bernyanyi dan bergema serta terus bergemuruh?’ Wah, jangan-jangan ‘beraninya’ si Roy ini diasapi pula oleh elit-elit politik lainnya? Itulah rana politik yang ‘labilnya betul-betul stabil. Elastik namun adaptif..

Sudahlah…

Sekiranya publik tak usahlah terpancing lagi untuk bergemuruh…. Yang sungguh dibutuhkan biarlah hanya satu kata yang membawa perdamaian, dari pada banyak kata yang bergemuruh-ria. Berkasak-kusuk hanya kibaskan suasana panas…

Bisa jadi kalimat ini tak disukai Roy Suryo cs, “Walau kita merasa diri berada di posisi yang benar, tidak ada salahnya untuk mengalah dan biarkan semuanya berlalu demi keteduhan dan perdamaian….”
Dan bisa saja si Rokcy Gerung bakal nyeletuk, “Ini namanya keteduhan dan perdamaian yang dungu…”

Wah, ada-ada saja……

Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN