Cepat, Lugas dan Berimbang

G a d u h

Intensi polarisasi publik

Tentu tak hanya itu. Roy cs berharap akan adanya kegaduhan masif. Sebab masyarakat – publik mesti terpola dalam Pro dan Kontra yang sengit. Pun Fufufafa mesti jadi duri dalam daging pemerintahan Kabinet Merah-Putih. Sepertinya Roy cs merasa tak sampai hati melihat Prabowo mesti bersanding dengan Gibran, yang telah sekian jorok terhadapnya.

Tetapi, apakah Roy cs mesti tetap dibiarkan ‘menari-nari kesurupan’ dalam lagu dan irama Fufufafa? Gimik lahir dan alam batin Roy cs bisa saja tetap ingin menyasar dan memburu Gibran, yang ‘nota bene’ adalah putra sulung Jokowi. Jika demikian, motif apa di balik semuanya ini? Koq saban hari, saban tampil di ruang publik toh Fufufafa tetap jadi lagu wajib dari koor Roy cs.

Adakah tanur api dendam politik yang belum terpadamkan? Dan sasarannya tetap sama dan itu-itu saja: Jokowi dan Jokowi. Dan kini Jokowi itu sepertinya ‘dikandangkan dalam Gibran.’ Jika mesti dibikin tanya, maka apa ini semua demi ‘selamatkan negeri?’ Atau benar-benar sungguh jadi ungkapan rasa dendan dan benci yang belum tersembuhkan?

Bisa jadi ada benarnya juga

Tetapi bagaimana pun anggap saja bahwa Roy cs ada benarnya. Namun di sisi lain, pihak Pro Jokowi (Gibran)  juga yakini bahwa semuanya hanyalah fitnah keji. Yang terbaik, kata segelintir orang, biarlah para ahli yang berlisensi dan independen yang selidiki dan cermati akar Fufufafa itu. Biarlah publik pada paham duduk soal seperti apa? Dan terutama milik siapa kah gerangan aku Fufufafa itu?

Gemuruh Fufufafa tentu tetap menggema saat belum tiba finalitas ofisial. Dan Roy cs tentu, dengan mimik dan gesture khasnya, bakal tetap membawa ‘modal Bocor Alus Tempo’ bahwa akun Fufufafa itu milik si Gibran. Wah, gemuruh yang mesti tetap mengguntur dari ‘cahaya petir kepakaran Roy Suryo’ tentang ‘barang ini.’ Iya, si Fufufafa itu.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN