Fasilitas Umum Rusak Parah, Pelayanan Terpukul
Dalam arahannya, Bupati menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang sempat memukul mundur capaian pembangunan daerah di beberapa sektor vital.
Di bidang pendidikan, rusaknya gedung-gedung sekolah membuat proses kegiatan belajar-mengajar terganggu akibat keterbatasan ruang kelas. Sementara pada sektor kesehatan, kerusakan fisik gedung Puskesmas memaksa petugas memberikan pelayanan medis secara darurat di luar gedung.
“Di sisi pelayanan kesehatan, situasi ini seolah mengembalikan kita ke kondisi tahun 80-an ketika fasilitas masih sangat terbatas. Hari ini banyak Puskesmas yang rusak sehingga pelayanan terpaksa dilakukan di luar,” ungkap Bupati.
Ia menekankan bahwa Pemkab Manggarai tidak bisa lagi menerapkan pola penganggaran biasa seperti tahun-tahun sebelumnya di saat masyarakat dan fasilitas publik masih terdampak bencana.
Apresiasi Dedikasi ASN dan Doa untuk 61 Korban Jiwa
Di akhir amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran ASN yang tetap menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam melayani masyarakat di tengah situasi penuh tekanan psikologis pascabencana.
Bupati juga mengajak seluruh peserta apel untuk menundukkan kepala dan mendoakan 61 warga Kabupaten Manggarai yang meninggal dunia akibat musibah gempa bumi tersebut.
“Musibah ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua untuk menata kembali sistem pelayanan publik serta meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi kebencanaan. Dalam kondisi apa pun, kita harus siap melayani masyarakat,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











