Jadi kalau mereka ke mana-mana di Flores selalu telephon. Kalau sudah ditelephon ya berarti uang kluar kita biayai mereka. Urusin hotel, makan, bensin juga.
Namun, kata dia bahwa hal itu tidak ada artinya asal bisnis rokok bisa jalan. Untungnya gede kan.
Ia menambahkan, manakala mereka hendak turun itu pasti diinformaskan lebih dulu, sehingga anak-anak sales juga bisa kondisikan toko-toko grosir agar sementara BC turun pemeriksaan barangnya jangan pajang dulu.
“Itu kalau pita selendang semua ya, tapi kadang ada pita resminya itu yang buat pajangan etalase toko. Kalau periksa, ya ini barang ori, asli resmi.” Kisah Bambang.
Sesekali, beber Bambang tetap ada penangkapan, barang-barang itu sita dari toko karena pita tidak sesuai. Itu bisa dimaklumi, toh itu kerjaan mereka. Namun, barangnya dibalikin ke kita juga, ya jualin lagi.
“Malah dulu kita pernah jualin produk dari pabrikan lain hasil tangkapan BC juga. Tapi saya lupa merk rokoknya.”
Dulu, zaman kami Flores itu asyik, masih jadi pemain tunggal. Sekarang sudah banyak yang lirik. Persaingannya ketat.
Cara Berantas Rokok Murah
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







