Flores Dinilai Jadi Pasar Menjanjikan Bagi Pengusaha Rokok Murah

Rokok Ilegal
Ilustrasi Transaksi jual beli rokok Ilegal. Foto:  google

Ruteng, infopertama.com – Peredaran rokok – rokok murah yang masif di NTT bukanlah perkara baru. Ratusan merek rokok dari berbagai pabrik rokok di pulau Jawa memilih NTT sebagai wilayah pasar yang menjanjikan. Mengingat, NTT masih menjadi salah satu daerah termiskin di Indonesia.

Sejalan dengan statusnya itu, maka daya beli masyarakat NTT tentulah sangat kecil, terutama untuk membeli rokok. Hal ini juga menjadi alasan bagi produsen rokok murah ilegal tuk merebut pasar NTT.

Sumber infopertama.com, Bambang asal Madura, prov. Jawa Timur yang belasan tahun menjadi distributor rokok ilegal di berbagai kabupaten di NTT, termasuk di Manggarai mengungkapkan hal itu kepada infopertama.com baru-baru ini.

Hal lain, kata Bambang adalah karena tingkat keamanan di NTT dalam kaitannya dengan pengawasan peredaran barang-barang yang katanya ilegal seperti rokok sangat mudah dikendalikan.

Petugas sangat gampang dikendalikan produsen rokok murah jika didahulukan full service. Semisal memenuhi keinginan mereka mejeng di kaffe atau di Pup dsb ketika hendak lakukan pemeriksaan.

Ia pun mengisahkan, kesaksiannya bagaimana distributor rokok murah bisa perintahkan aparat tuk tangkap pengedar rokok X9 dulu yang dijiplak atau dibuat KW lagi dan edarkan di Manggarai.

“Pengedar rokok KW ini pernah ditangkap di area Mano, mobil boksnya nginap di Polres. Itu sekitar tahun 2017 an kalau tidak salah ingat,” tutur Bambang via sambungan telepon.

Itu tadi, karena sudah dikasih uang dan fasilitas lainnya. Makanya, boss itu sekalipun boss pengedar rokok murah dia juga bisa suruh petugas tangkap rokok murah lainnya.

“Full servicelah, pernah juga boss itu belikan jacket kulit asli buat bagi-bagi ke mereka ya. Mobil juga sering dipinjamkan. Karena dulu sesuai medan di sana yang parah boss pakai mobil derek, taft. Sering malah bagi-bagi THR ke mereka.”

Menurutnya, dalam beberapa kesempatan, di Ruteng perusahaan (Produsen Rokok murah yang berada di Pasuruan, Jawa Timur) itu jadi sponsor utama beberapa even kepolisian di Ruteng.

“Adik bisa carikan di internet, sepertinya masih ada itu beritanya. Dulu itu ada kicau mania di lapangan Motang Rua, ada motor sport di Lalong Tana Karot juga yang paling besar. Kemudian, ada audisi band lokal di kafe di Ruteng.”

Itu dulu, lanjut Bambang yang sponsorin ya bos rokok ilegal.

Bea Cukai Tutup Mata

Demikian Bambang melanjutkan, perlakuan serupa juga kepada pihak Bea Cukai, Full Service. “Dulu kantor Bea Cukainya di Maumere, tapi wilayah kerjanya sedaratan Flores itu.”

Jadi kalau mereka ke mana-mana di Flores selalu telephon. Kalau sudah ditelephon ya berarti uang kluar kita biayai mereka. Urusin hotel, makan, bensin juga.

Namun, kata dia bahwa hal itu tidak ada artinya asal bisnis rokok bisa jalan. Untungnya gede kan.

Ia menambahkan, manakala mereka hendak turun itu pasti diinformaskan lebih dulu, sehingga anak-anak sales juga bisa kondisikan toko-toko grosir agar sementara BC turun pemeriksaan barangnya jangan pajang dulu.

“Itu kalau pita selendang semua ya, tapi kadang ada pita resminya itu yang buat pajangan etalase toko. Kalau periksa, ya ini barang ori, asli resmi.” Kisah Bambang.

Sesekali, beber Bambang tetap ada penangkapan, barang-barang itu sita dari toko karena pita tidak sesuai. Itu bisa dimaklumi, toh itu kerjaan mereka. Namun, barangnya dibalikin ke kita juga, ya jualin lagi.

“Malah dulu kita pernah jualin produk dari pabrikan lain hasil tangkapan BC juga. Tapi saya lupa merk rokoknya.”

Dulu, zaman kami Flores itu asyik, masih jadi pemain tunggal. Sekarang sudah banyak yang lirik. Persaingannya ketat.

Cara Berantas Rokok Murah

Pemberantasan Rokok murah yang katanya ilegal Ilegal, aku Bambang bukanlah pekerjaan mudah. Pasalnya, harga jual rokok itu cendrung murah bukan karena kualitas rokoknya tapi karena produsennya mengabaikan pajak.

Ya kembali ke masyarakat perokok, mau yang resmi sekali tapi mahal, atau yang murah. Kalau ditutup pabriknya berat juga, karena akan ada banyak pengangguran baru. Di pabrikan saja pekerja itu bisa ratusan bahkan ribuan. Belum ke lapangannya, sales, sopir, pedagang kios dan lain-lain bisa hidup dari rokok ilegal.

“Sebenarnya bukan murni ilegal, resmi kok, karena izin produksi dan sebagainya itu beres. Yang ada itu rata-rata penggunaan pita selendang atau SKT ke produk rokok SKM.”

“Pabrikan rokok itu izinnya kan semua SKT dulu, bisa mempekerjakan banyak karyawan. Negara, keluarkan pita cukai awal itu kan SKT semua. Namun, sebelum waktunya pabrikan tuk produk rokok SKM, SKMnya sudah keluar atau produksi. Tapi, tidak ada pitanya atau dibatasin pita SKMnya supaya SKTnya tetap produktif.”

Celah ini yang dimanfaatin pabrik, pita SKTnya dipasangkan di rokok SKM sehingga menyalahi aturan. Yaitu, penempatan pita cukai rokok yang tidak sesuai peruntukannya. Itu saja soalnya.

Soal salah penempatan pita inilah jadi lahan buat mereka-mereka tadi tuk mendapat rejeki lebih. Mau apa-apa tinggal telephon tanpa harus keluarkan uang sendiri lagi.

“Selama ada peredaran rokok yang ilegal tadi, maka praktik memperkaya diri itu tetap ada. Hanya saja, modusnya mungkin berubah sesuaikan dengan perkembangan zaman.”

Jejak Perselingkuhan Polres Manggarai dengan Rokok Diduga Ilegal

Berdasar informasi dari Pak Bambang, infopertama.com coba berselancar ke halaman google dan mendapatkan beberapa informasi terkait Lomba Burung Kicau, Kapolres Cup yang berlangsung di Lapangan Motang Rua, Minggu, 22 Maret 2015 lalu.

Melansir beritasatu.com, Ketua panitia lomba bernama Mimin mengatakan ide lomba ini terdorong oleh banyaknya teman-teman yang terhimpun dalam Komunitas Burung Berkicau Mania, Kabupaten Manggarai.

Peredaran Rokok Ilegal
Lomba Burung Kicau Kapolres Cup di Ruteng, 22 Maret 2015 (beritasatu.com)

“Alhamdulilah keinginan kami disambut baik oleh Kapolres Manggarai Bapak M. Isyaq Said agar burung-burung yang sudah bisa berkicau indah dan nyaring milik warga dilombakan,” kata Mimin kepada wartawan.

Dalam kegiatan ini Kapolres Manggarai menggaet pihak sponsor yaitu Group PMS (Putra Maju Sejahtera) distributor Rokok perwakilan Ruteng pimpinan Amir Mahmud.

“Lomba burung berkicau dalam rangka Kapolres Cup 2015 ingin melestarikan budaya dan menyelamatkan kekayaan alam berupa spesies burung yang begitu banyak di daerah ini. Burung burung di daerah ini selain hidup bebas di alamnya yang masih asri juga dipelihara para pencinta burung untuk dinikmati kicauannya. Dengan demikian siulan burung yang indah ini dapat dinikmati di rumah-rumah kala waktu senggang,” kata Kapolres Isyaq.***

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV