Pentas Seni dan Budaya Angkat Warisan Lokal
Festival tahun ini menampilkan beragam atraksi budaya, seperti tarian mbata dan rangkuk alu, serta drama rakyat lokal.
Para siswa dari SD, SMP, hingga SMA ikut ambil bagian dalam panggung seni, menjadikan festival ini ruang ekspresi yang inklusif bagi generasi muda.
Ketua Panitia, Chresentia Setia, menyebutkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak empat tahun lalu.
Baca Juga: Untuk Meracik Kopi, Gubernur NTT Biayai Siswa SMK Sadar Wisata ke Luar Negeri
“Festival tahun ini berbeda karena melibatkan partisipasi lebih luas dan menghadirkan cerita rakyat serta seni lokal yang memperkuat identitas budaya,” ungkap Chresentia.
UMKM Tumbuh Bersama Semangat Persaudaraan
Sektor ekonomi kreatif menjadi bagian tak terpisahkan dari festival ini. Ketua Seksi UMKM, Sony Juru, menjelaskan bahwa sebanyak 19 UMKM terlibat, termasuk dari lintas wilayah seperti Ruteng, dan dari komunitas lintas agama.
“Tahun ini UMKM berkembang pesat, tidak hanya dari sisi jumlah tapi juga ragam produknya. Ada kuliner, jamu tradisional, hingga kerajinan tangan,” jelas Sony.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

