Evaluasi Pengukuran Stunting Bulan Agustus 2025 di Manggarai

Menurut Kaban Livens Turuk, Stunting bukan persoalan kesehatan semata, tetapi persoalan pembangunan manusia. “Karena itu, seluruh perangkat daerah wajib memastikan programnya bersentuhan langsung dengan upaya pencegahan stunting, baik dari sisi edukasi, ekonomi, pangan, maupun lingkungan.”

Sementara itu Sekretaris TPPS Kabupaten Manggarai, Maria Yustina Diana Baru, S.ST., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja kolaboratif adalah kunci utama penurunan stunting. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan data secara akurat dan terintegrasi.

“Hasil pengukuran Agustus bukan hanya angka, tetapi potret kondisi riil yang harus menjadi dasar kita menyusun intervensi. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus semakin solid,” tegasnya.

Upaya Percepatan Penurunan stunting jelas Kadis Diana Baru bukan tugas satu dinas. Semua sektor memiliki peran. “Ketahanan pangan, sanitasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga dukungan pemerintah desa harus berjalan bersama agar upaya kita benar-benar berdampak.”

Kadis Diana Baru juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengukuran dan pendataan pada tingkat posyandu, agar seluruh anak balita terpantau secara berkala. “Kader dan tenaga lapangan harus diperkuat kapasitasnya. Tanpa data yang valid, intervensi tidak akan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan progres dan tantangan yang dihadapi. Masalah seperti akses wilayah, kurangnya pemahaman keluarga, dan keterbatasan tenaga lapangan menjadi perhatian utama.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel