Fenomena ini meninggalkan pesan mendalam bagi peta politik NTT. Publik kini menyadari mana pemimpin yang hadir dengan hati, dan mana politisi yang hanya menjadikan NTT sebagai batu loncatan serta “penjual nama” saat kampanye.
Jika isu HAM dan keselamatan rakyat NTT diabaikan sementara narasi politik kebencian terus dipelihara, rakyat NTT berhak mempertanyakan: Apakah AHP sungguh-sungguh Dewan Perwakilan Rakyat NTT, atau sekadar wakil elit partai yang berpura-pura peduli NTT demi melanggengkan kekuasaan?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel








