Vinsen menyayangkan Camat Reok Barat menjadi sumber kekacauan di Reok Barat. “Kita minta Camat Reok Barat segera menarik kembali rekomendasinya dan meminta maafkan kepada masyarakat. Segera melantik mereka yang lulus tes menjadi aparat desa,” kata Vinsen.
Di Desa Loce, kata dia, yang seharusnya lulus tes menjadi aparat Desa Loce adalah Gius namun Camat meluluskan Tibor Hugo. “Hugo sebenarnya tak lulus tes. Entah kenapa Camat meluluskannya,” kata dia.
Warga Desa Toe, Yustinus juga mendesak Bupati Manggarai agar membatalkan rekomendasi Camat Reok Barat yang meluluskan orang yang tidak lulus tes menjadi aparat desa. “Bupati juga segera pecat Camat Reok Barat dari jabatannya,” kata dia.
Yustinus mengatakan, di Desa Toe yang seharusnya lulus jadi Sekretaris Desa Toe adalah Benediktus Ulir. Tapi Camat meluluskan orang lain, yang sebenarnya tidak lulus tes. “Kalau rekomendasi camat yang dipakai, kenapa diadakan tes ? Ini pembohongan kepada masyarakat,” kata dia.
Karena itu, Yustinus juga mendesak Bupati Manggarai agar segera pecat Tarsisius Asong dari jabatannya. “Masih banyak PNS di Manggarai yang cerdas dan jujur untuk menjadi Camat Reok Barat,” kata dia.
Camat Tarsisius Diduga Terima Suap
Informasi yang didapat media ini dari Kec. Reok Barat, Tarsisius Ridus Asong meluluskan orang yang tidak lulus menjadi aparat desa. Tindakan ini karena ia disogok oleh orang-orang yang tidak lulus itu melalui kepala desa masing-masing. “Camat terima dengan acara kepok, di mana ada tuak, ada rokok dan amplop berisi uang sebesar Rp5 juta rupiah per orang,” kata sumber yang tidak bersedia menyebutkan identitasnya itu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







