Kecamatan Ruteng mendata 1.558 unit rumah, meliputi 86 unit rusak berat, 220 unit rusak sedang, 549 unit rusak ringan, dan 703 unit rusak ringan <20%.
Kecamatan Satar Mese mencatatkan 1.546 unit rumah, yang mencakup 52 unit rusak berat, 212 unit rusak sedang, 270 unit rusak ringan, serta 1.012 unit rusak ringan <20%.
Kecamatan Satar Mese Barat mencatat total 217 unit rumah terdampak, tanpa ada rumah rusak berat (0 unit), 1 unit rusak sedang, 22 unit rusak ringan, dan 194 unit rusak ringan <20%.
Proses Uji Publik: Menjaring Data Tambahan Lapangan
Guna menjamin keterbukaan informasi dan menampung aspirasi masyarakat yang belum terakomodasi pada tahap awal, BPBD Kabupaten Manggarai menggelar proses Uji Publik di 10 kecamatan. Dari mekanisme korektif ini, ditemukan tambahan 5.354 unit rumah terdampak. Secara rinci, tambahan tersebut terdiri dari 389 unit rusak berat, 907 unit rusak sedang, 919 unit rusak ringan, dan 3.139 unit rusak ringan di bawah 20 persen.
Penambahan data dalam Uji Publik ini tersebar di berbagai wilayah:
Kecamatan Ruteng menjadi daerah dengan penambahan terbanyak pada fase Uji Publik, yaitu 1.778 unit rumah (114 rusak berat, 187 rusak sedang, 269 rusak ringan, dan 1.208 rusak ringan <20%).
Kecamatan Wae Ri’i menyumbang penambahan sebanyak 1.297 unit rumah (96 rusak berat, 347 rusak sedang, 183 rusak ringan, dan 671 rusak ringan <20%).
Kecamatan Cibal Barat mencatatkan tambahan 743 unit rumah (81 rusak berat, 167 rusak sedang, 183 rusak ringan, dan 312 rusak ringan <20%).
Kecamatan Reok bertambah 420 unit rumah (63 rusak berat, 100 rusak sedang, 85 rusak ringan, dan 172 rusak ringan <20%).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











