Dari Sinode Menuju Aksi: KBG sebagai Gereja yang Berjuang Melalui Ekaristi

Gereja yang Berjuang Melalui Ekaristi

Kita harus berani mengakui bahwa daya juang masyarakat kita perlu terus diperkuat. Kita membutuhkan lebih banyak orang yang berani berinovasi, bekerja sama, dan berpikir jauh ke depan. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui pertanian modern, UMKM, koperasi, dan berbagai usaha produktif lainnya.

Karena itu, mau tidak mau, kita harus mulai melakukan konsolidasi dari tingkat yang paling dekat dengan umat, yaitu Komunitas Basis Gerejawi (KBG). KBG tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul untuk doa dan ibadat. KBG harus menjadi ruang pembelajaran, solidaritas, dan pemberdayaan ekonomi umat.

KBG dapat menjadi tempat umat saling mendukung untuk mengembangkan pertanian hortikultura, peternakan, usaha mikro, kelompok simpan pinjam yang sehat, pendidikan keluarga, hingga pendampingan bagi keluarga rentan. Di sanalah Gereja hadir secara nyata dalam kehidupan sehari-hari umat.

Sebab indikator kemiskinan masih terlihat jelas di sekitar kita. Masih banyak rumah yang tidak layak huni. Masih banyak keluarga yang terjerat utang harian dan mingguan. Masih banyak anak yang menghadapi keterbatasan pendidikan. Bahkan ada yang kehilangan harapan hingga memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Kemiskinan tidak hanya soal kekurangan uang, tetapi juga menyangkut martabat manusia dan masa depan keluarga.

Sebagai orang Katolik, kita dipanggil menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan menggunakan akal sehat dalam membangun kesejahteraan. Iman tidak mengajarkan kita untuk menunggu perubahan datang dengan sendirinya. Iman mengajarkan kita untuk bekerja keras, berpikir cerdas, dan berani menghadapi tantangan zaman.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel