Cegah Bencana Alam, United Tractors Kolaborasi dengan Perum Perhutani

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2021, luas kawasan hutan di Pulau Jawa hanya sekitar 24%. Dari keseluruhan kawasan hutan tersebut tutupan hutannya hanya mencapai 19%.

“Semakin mengecilnya area hutan di Jawa karena beralih fungsi menjadi pemukiman hingga lahan pertanian menyebabkan terjadinya krisis seperti bencana banjir hingga tanah longsor,” ungkapnya.

“Kondisi ini menjadi landasan bagi United Tractors untuk memperluas area revegetasi hutan,” ujar Edhie menambahkan.

Dia mengatakan, dari total target revegetasi hutan seluas 10.000 Ha, UT telah memperbaiki lahan hutan seluas 567 Ha di lereng Gunung Arjuno. “Revegetasi ini termasuk dalam kerja sama pertama yang djalin oleh UT dan Perum Perhutani sejak tahun 2022,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PP Perum Perhutani, Endung menegaskan dalam mengelola hutan Perhutani mengacu pada tiga aspek utama, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi.

Menurutnya, program revegetasi hutan dan pengembangan masyarakat yang UT lakukan merupakan contoh baik dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan sebuah perusahaan bagi negara dan masyarakat.

“Saya berharap kerja sama dengan UT dapat terus meningkat dan meluas sehingga lebih banyak lagi area hutan yang dapat diperbaiki. Nantinya, kegiatan ini tentu dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat yang lebih luas lagi,” ungkap Endung.

Selain penandatanganan kerja sama, dalam kegiatan ini UT turut memperkenalkan konsep Desa UniTy kepada masyarakat sekitar area revegetasi hutan lereng Gunung Arjuno. Konsep Desa UniTy merupakan langkah perusahaan untuk memberikan nilai tambah baik ekonomi, kesehatan, maupun sosial bagi warga setempat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel