“Angka 5,09 persen ini membawa optimisme karena menunjukkan bahwa mesin-mesin ekonomi kita bekerja dengan cukup baik,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh empat sektor utama, yakni konsumsi masyarakat, investasi yang didominasi sektor UMKM, belanja pemerintah daerah, serta sektor ekspor-impor. Pemerintah juga terus mendorong kemandirian pangan, termasuk produksi telur lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Manggarai juga menunjukkan peningkatan dengan capaian 70,1 atau masuk kategori tinggi, yang mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pada Indeks Ketahanan Sosial yang baru mencapai sekitar 37 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya risiko bencana alam, khususnya tanah longsor, serta konflik sosial yang masih terjadi di masyarakat.
“Kita harus jujur mengakui kelemahan yang ada agar bisa memperbaikinya. Baik pemerintah daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat harus lebih siap menghadapi bencana,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 tercatat 18,1 persen atau sekitar 65 ribu jiwa. Karena itu, pemerintah akan memperketat pengelolaan anggaran program penanggulangan kemiskinan dan stunting agar benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan.” Salah satu fokusnya adalah mendorong nilai tambah produk pertanian melalui industrialisasi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







