“Hari ini adalah pemilihan ketua, kemudian evaluasi seluruh kegiatan selama lima tahun, termasuk pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan untuk periode 2026–2031. Terus sekaligus melakukan laporan pertanggungjawaban dari pengurus 2020–2025,” kata Eduardus Maris kepada media ini.
Lebih lanjut, Eduardus mengungkapkan bahwa jalannya Musda sangat bergantung pada dinamika politik yang berkembang dalam forum. Sesuai arahan DPD I Partai Golkar NTT, proses pemilihan diupayakan mengedepankan musyawarah mufakat sebelum dilakukan pemungutan suara.
“Ini kan arahan dari DPD I memang arahnya untuk musyawarah. Sehingga bisa saja singkat, bisa juga alot. Kalau terjadi kompromi antara para calon tentu prosesnya bisa lebih cepat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Musda Golkar terdapat mekanisme komunikasi politik yang dikenal dengan istilah “forum setengah kamar”. Forum tersebut menjadi ruang bagi para kandidat dan pemilik suara untuk membangun kesepahaman sebelum keputusan final diambil.
“Nanti ada forum yang biasa disebut forum setengah kamar. Di situ dilakukan diskusi. Kalau hasil diskusinya berhasil, tinggal dilaporkan di forum Musda bahwa selesai. Itu artinya sudah terjadi kompromi,” ungkap Eduardus.
Karena itu, menurut dia, durasi pelaksanaan Musda tidak dapat dipastikan sejak awal. Jika komunikasi berjalan lancar dan tercapai kesepakatan, proses pemilihan bisa berlangsung relatif cepat. Namun jika terjadi perbedaan pandangan yang cukup tajam, forum dapat berlangsung lebih lama.
“Soal lamanya Musda ini tergantung dinamika dalam forum. Kalau tidak ada persoalan berarti mungkin satu, dua atau tiga jam bisa selesai,” katanya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











