Ia mengharapkan agar giat literasi digital harus lakukan dengan masif pada semua lapisan masyarakat. Hal ini karena banyak masyarakat di desa, kemudian di daerah-daerah terluar juga menggunakan sebuah gawai yang canggih. Namun, informasi yang mereka peroleh belum bisa terverifikasi dengan baik. Ini harus menjadi sebuah masukkan untuk kita semua menjadi cakap digital.
“Dengan cakap digital, masyarakat kita akan mudah menyaring informasi yang masuk melalui gawainya. Seperti komunisme, khilafah dan sebagainya yang dapat merusak ideologi bangsa.”
Bijak menggunakan Hanphone dalam Literasi Digital
Direktur Eksekutif Akademia Kreatif, Agus Hiplinudin menegaskan bahwa Bijak menjadi kunci literasi penghunaan Hanhone.


“Bijak, menjadi kunci karena berpikir secara komperhensif. Pada prinsipnya kekuasaan yang tidak terbatas itu akan disalahgunakan. Begitu juga hanphone ketika penggunanya punya kekuasaan tidak terbatas tuk menggunakannya maka itu akan cendrung disalahgunakan.” Tutur Agus
Bijak itu sendiri, tambahnya menjadi sensor bagi pengguna dan penggunaan gawai.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa perkembangan internet mulai aktif penggunaannya sebagai media penyampaian informasi semenjak dua tahun terakhir masa kepemimpinan Orde Baru, Soeharto.
Selain dari itu, dunia ekonomipun bergerak untuk memasarkan prodaknya via internet.
Teknologi Informasi (internet) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai jntuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal balik secara online.
Selain itu, bahwa internet merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jangan komputer serta berbagai aplikasi di dalamnya yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, HP) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
