Ruteng, infopertama.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Jumat, 10 Januari 2025 genap berusia 52 tahun.
Usia 52 tahun bagi satu partai politik bukanlah hal yang mudah dicapai. Sepanjang usia itu, PDI Perjuangan yang dikomandoi Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri itu telah menorehkan berbagai kisah buat Indonesia.
Kisah-kisah PDI Perjuangan tidak hanya di tataran nasional, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai juga memiliki kisah terindahnya, terutama pada 5 tahun terakhir.
Pasalnya, PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai pada pilkada 2020 keluar sebagai pemenang yang menghantarkan kader terbaiknya, Hery Nabit sebagai bupati Manggarai. Kisah ini kembali terulang di Pilkada 2024, Hery Nabit sekali lagi ditetapkan oleh KPUD Manggarai sebagai Bupati terpilih periode 2025-2030.
Tak hanya itu, sebelum memenangkan Pilkada, PDI Perjuangan kabupaten Manggarai juga sukses merebut kursi ketua DPRD Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya menjadi milik PAN.
Kesuksesan PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai ini usai menjadi partai pemenang pemilu pada Pileg 14 Februari 2024. PDIP Manggarai yang dipimpin Paulus Peos sukses mengutus 5 orang kader terbaiknya ke lembaga legislatif, yakni Paulus Peos, Aventus Mbejak, Nobertus Edang, Yanto Nahat dan Maria Moto.
Merawat Alam, Asa Masa Depan
Usai hirup pikuk politik lokal Pileg dan Pilkada Manggarai, DPC PDI Perjuangan Manggarai, masih pada moment hari jadi ke 52 yang mengusung tema “Satyam Eva Jayate” yang berarti “Kebenaran Pasti Menemukan Jalan”, memilih tuk merawat Alam dengan menanam puluhan pohon di sekitar mata air Wae Reget, Lingko Ara kelurahan Bangka Leda, Langke Rembong, Sabtu, 11 Januari 2025.
Para pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai termasuk 5 anggota dewan, relawan AHP Manggarai menanam beberapa jenis anakan pohon di area sekitar Wae Reget.
Hadir pula perwakilan pemerintah, Lurah Bangka Leda dan perwakilan pengurus Perumda Tirta Komodo selaku pengelola mata air Wae Reget.
Adapun jenis anakan pohon yang ditanam adalah pohon salam (Siszgium Polyantum) sebanyak 200 anakan dan pohon Ara (Tin) sebanyak 50 anakan. Kedua jenis pohon ini, dikenal sangat baik tuk mengikat air di dalam tanah yang kemudian bisa dipakai sebagai sumber air bagi kita manusia. Tak hanya itu, daun Salam juga bisa dijadikan bahan olahan teh herbal daun salam yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel