“Saya yakin banyak di antara kalian punya HP Android. Ingat, hari ini jarimu adalah harimaumu,” tegasnya, disambut tawa kecil para siswa.
Namun di balik gaya santainya, Iptu Kiki menyampaikan pesan serius. Ia menekankan bahwa kesalahan kecil di dunia maya dapat berakibat fatal.
“Sekali jari kalian salah ketik atau share, bisa fatal akibatnya. Jangan asal posting,” ujarnya memperingatkan.
Khusus kepada para siswi, Kapolsek memberi pesan untuk menjaga diri dan memahami batasan pergaulan. Ia bahkan menyinggung kasus kekerasan seksual yang baru-baru ini ditangani pihaknya.
“Dua minggu lalu kami tangani kasus anak umur 12 tahun yang diperkosa om kandungnya sendiri karena orang tuanya bekerja di Malaysia. Ini pelajaran pahit. Karena itu, jaga diri baik-baik dan jangan mudah percaya pada siapa pun,” pesannya, membuat suasana ruang aula seketika hening.
Bangun Komunikasi dan Ketahanan Diri
Sementara itu Perwakilan DP2KB Kabupaten Manggarai, Pius Wanda, mengajak para siswa untuk berani terbuka kepada orang tua dan guru dalam menghadapi persoalan pribadi.
“Anak-anak, kalau ada masalah, jangan diam. Cerita ke orang tua atau guru. Jangan sembunyikan hal-hal yang membuat kalian takut,” ujarnya.
Pius kemudian memaparkan tujuh langkah pencegahan perilaku menyimpang: menjalin komunikasi dengan orang tua, mencari sahabat yang dipercaya, meningkatkan kepercayaan diri, berani menolak hal buruk, menghindari pergaulan bebas, aktif dalam kegiatan positif, dan menjaga kesehatan.
Rekannya, Hironimus, melanjutkan sesi dengan pembahasan mengenai kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







