Dengan dukungan koperasi kredit, Noldi mampu mengembangkan usahanya secara bertahap dan berkelanjutan. Kini, ia mengelola berbagai bidang usaha, mulai dari produksi tempe dan tahu, toko kebutuhan harian, hingga kebun hortikultura.
Seluruh usaha tersebut menjadi sarana untuk mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Untuk mendukung operasional bisnisnya, Noldi juga memiliki satu unit dump truck dan satu unit pick-up L300.
Peran Istri dan Nilai Keluarga
Di balik keberhasilan Noldi, ada peran besar istrinya yang berfungsi sebagai bendahara keluarga. Ia mengelola keuangan rumah tangga dengan cermat dan disiplin menabung setiap bulan.
“Istri saya adalah pengatur keuangan terbaik. Kami sering berdebat soal ide, tapi bukan untuk saling menyalahkan. Semua demi mencari solusi terbaik untuk keluarga,” kata Noldi sambil tersenyum.
Kini mereka memiliki enam orang karyawan, tiga di antaranya perempuan. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, usaha Noldi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dari Kegigihan Menuju Arti Hidup
Dalam keseharian, Noldi tetap menjunjung nilai syukur dan kepedulian sosial. Ia rutin memasukkan kolekte harian ke kaleng yang disiapkan khusus untuk kegiatan sosial, membantu umat di Komunitas Basis Gerejani (KBG), dan bahkan pernah menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk seorang imam Katolik.
Bagi Noldi, kesuksesan bukan sekadar tentang materi, melainkan tentang berbagi dan memberi makna bagi orang lain. “Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa menolong sesama,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







