Keputusan memindahkan lokasi usaha menjadi titik balik yang membawa kesuksesan baru. Dalam proses itu, Noldi banyak belajar dari teman-teman wirausahawan lain dan terus berdoa agar tetap kuat menghadapi cobaan. “Kuncinya sabar dan tetap berpikir positif,” katanya.
Belajar dari Akar Keluarga dan Tradisi
Kisah Noldi juga berakar dari perjalanan keluarganya. Kakeknya dulu dikenal sebagai sosok yang dihormati dan berkecukupan secara ekonomi. Namun, di masa ayahnya, kondisi keluarga berubah drastis hingga membuat Noldi tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Alih-alih menyerah, ia menjadikan masa lalu itu sebagai pelajaran. “Saya ingin membangkitkan kembali kejayaan kakek saya, tapi dengan cara yang lebih bijak—belajar tanpa henti, membangun relasi yang sehat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujarnya.
Salah satu cara Noldi menjaga semangat adalah dengan melestarikan tradisi adak teing hang kolang—ritual syukur keluarga yang ia lakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sumber kekuatan batin.
Doa, Relasi, dan Integritas sebagai Kekuatan
Dalam menjalankan usahanya, Noldi selalu mengandalkan tiga hal utama: belajar, membangun relasi positif, dan berdoa. Ia meyakini bahwa lingkungan yang sehat berpengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang.
“Saya memilih berteman dengan orang-orang yang searah visi. Saya menjauh dari lingkungan yang negatif. Relasi yang sehat itu penting,” tegasnya.
Nilai kepercayaan juga menjadi prinsip utama dalam usahanya. Noldi aktif menjadi anggota koperasi kredit yang membantunya dalam hal permodalan.
“Menjadi anggota koperasi bukan hanya soal pinjaman modal, tapi soal menjaga kepercayaan. Kredibilitas itu segalanya,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







