Eks Menteri ESDM itu menyebut pandangan Ahmad Ali itu berbeda dari para elite NasDem, termasuk Surya Paloh. Ia mengatakan bahwa para elite punya perspektif luas dalam mengelola kompetisi politik. Tidak fatalis dan tidak melihat lawan sebagai musuh.
“Apakah ini sejenis ‘role playing’. Sampai-sampai saya kok tidak yakin bahwa ucapan dan tindakan Ahmad Ali mewakili sikap dan kebijakan Partai. Mungkin ini lebih pada sikap pribadi, tetapi karena personality-nya orang-orang internal partai sudah tidak tertarik lagi mengingatkan,” tegasnya.
Sudirman khawatir bila sikap ini terus terjadi malah memecah belah para pendukung hingga relawan yang sudah bekerja kerja di lapangan.
Ia bahkan menyebut ucapan Ahmad Ali tidak mencerminkan kepribadian dan tata nilai politik Anies-Cak Imin yang selama ini sudah dibangun.
“Bacalah sejarah, dalam perang sengit yang melibatkan persenjataan pun ada kurir yang terus menjalin komunikasi di antara yang sedang berperang,” tandasnya.
Senada dengan Sudirman, Juru Bicara Timnas AMIN Muhammad Ramli Rahim setuju bahwa dalam Pilpres 2024 tidak ada lawan politik yang benar-benar menjadi musuh.
“Sejak awal Pak Anies punya komitmen bahwa dalam berkontestasi di pilpres 2024 tidak ada lawan yang menjadi musuh,” sebutnya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa semua tim pemenangan, baik yang ada di timnas maupun partai politik pengusung AMIN. Tetap fokus pada apa yang diperjuangkan di pilpres 2024.
“Tidak perlu menutup komunikasi apalagi sampai saling membenci dengan orang-orang menjadi lawan politik pasangan capres dan cawapres yang kita usung,” tegas Ramli.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











