Cepat, Lugas dan Berimbang

Antara Selat Hormuz dan Paskah Kita

Kisah pembebasan (Paskah) Israel berawal saat Musa mesti dididik Yahwe untuk bisa mengalahkan dan kuasai rasa takutnya berhadapan dengan kekuasaan Firaun, “Jadi sekarang pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel, keluar dari Mesir” (Keluaran 3:10). Begitulah titah Tuhan untuk Musa.

Apakah yang terlihat kini adalah dunia yang sungguh bernyali dalam perang? Dalam menghancurkan dan membunuh? Dunia yang berani dalam menekan? Bukan! Sama sekali tidak!

Sebaliknya, itulah gambaran nyata wajah garang dunia yang bersumber dari nyala api hati penuh cemas dan sarat ketakutan. “Orang kuat, berani dan benar, selalu teguh dalam harapan untuk bicara tentang perdamaian, kasih dan kebaikan. Dan bukannya segera mengangkat senjata.

Hanya kaum penakut dan lemah sajalah yang membentengi dirinya dengan berbagai senjata kekerasan.”

Paskah – Kebangkitan Tuhan adalah kisah beralih ke alam dan suasana baru. Tak ada lagi kegelapan makam. Tak ada lagi batu penutupnya. Kisah peralihan, Paskah Tuhan mesti disambut penuh sukacita.
Bagaimanapun…

Satu catatan ingatkan: “Jika Gereja, kita, mau menjadi saksi kegembiraan kebangkitan, kita harus bebas dari ketakutan.” Tetapi, tahu dan sadarkah kita bahwa ada begitu banyak ketakutan dalam Gereja? Katakan semisal, “takut pada modernitas, takut pada kompleksitas hidup, takut satu sama lain, takut berbuat kesalahan, takut tidak mendapat persetujuan.”

Mirisnya, rasa takut itu tetap saja dipelihara, disembah dan dinyatakan dalam ‘kabar palsu, murka, kebencian, dendam, fitnah, irihati, kedengkian, propaganda sesat, berguncingan ke sana-sini kibaskan suasana panas.’

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN