Jasad korban terbangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan dan telah tiba di rumah duka di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara pada Sabtu (15/4/2023) sekira pukul 21.00 Wita.
Selain meminta melakukan autopsi ulang, pihak keluarga juga akan melaporkan kasus ini.
“Karena yang bersangkutan merupakan anggota aktif TNI makanya kita langsung lapor ke DENPOM dulu,” tandasnya.
Benarkah Korban Tewas Gantung Diri?
Sementara itu, seorang kerabat korban, Ayu mengungkap sejumlah luka yang ada di jasad korban seperti luka robek di bibir, hidung mengeluarkan darah, dagu hingga rahang memar dan bengkak.
Selain itu ada juga tulang rusuk kiri lebam cekung ke dalam diduga patah. Bawah ketiak kanan bengkak, betis memar dan bagian belakang terlihat luka robek seperti bekas cambukan.
“Belakangnya entah dicambuk pakai besi, kayu atau apalah. Yang jelas seperti tercongkel.”
“Di leher hanya sedikit bekas jeratan. Jadi apa iya benar ponakan saya tewas karena gantung diri?” tandasnya.
Ayu juga menjelaskan pihak keluarga telah berkomunikasi dengan dokter forensik di Makassar dan membenarkan adanya kejanggalan.
“Katanya entah pas sudah sekarat baru dijerat, atau sudah meninggal baru digantung. Kami tidak tahu yang mana benar,” tuturnya.
Kini jasad korban telah kebumikan di pemakaman Muslim Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Minggu (16/4/2023) Pukul 11.00 Wita.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






