Berbicara di sela-sela forum ekonomi di St Petersburg, Ryabkov kepada Interfax mengatakan, bahwa Moskow mendesak Washington untuk menahan diri untuk terlibat langsung dalam perang Iran-Israel. Menurut Ryabkov, intervensi AS bisa berujung pada destabilisasi kawasan sambil mengkritisi opsi-opsi yang bersifat spekulatif dan menerka-nerka.
Sementara, Kepala Badan Intelijen Asing Rusia, Sergei Naryshkin, mengatakan situasi ketegangan antara Iran dan Israel saat ini berada dalam kondisi kritis. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan, serangan Israel terhadap infrastruktur nuklir Iran berarti dunia berjarak ‘milimeter’ terhadap kehancuran.
China juga mengkritik pendekatan yang dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump yang dianggap dapat memperburuk kondisi di Timur Tengah karena menggunakan ancaman terhadap Iran. Diketahui belakangan, Trump terus melancarkan retorikanya terhadap Iran baik melalui keterangan pers maupun media sosial.
“Memanasnya kawasan Timur Tengah tidak menguntungkan siapa pun. Mengobarkan api, menggunakan ancaman dan memberikan tekanan tidak membantu meredakan situasi dan hanya akan memperburuk ketegangan dan memperluas konflik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (17/6/2025).
“China menyerukan kepada pihak-pihak terkait, terutama negara-negara dengan pengaruh khusus terhadap Israel, untuk mengambil tanggung jawab yang semestinya dan mengambil tindakan segera untuk mendinginkan situasi dan mencegah penyebaran konflik lebih lanjut,” tambah Guo Jiakun.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






