Cepat, Lugas dan Berimbang

Dumas KSTI; Bentuk Perlawanan Pembungkaman Organ Relawan Prabowo Gibran

Jakarta, infopertama.com – Aksi pembungkaman terhadap suara-suara kritis yang dinilai menganggu ketenangan rezim kembali terjadi.

Indria Febriansah, ketua umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI) mendapatkan perlakuan tidak adil dengan konten-konten deepfake bermuatan asusila hingga ancaman pembunuhan pasca mempublikasin opini di media mainstream KSTI, pada 10 Mei 2026.

Tulisan tersebut kemudian sampai ke tangan para elit lingkaran Prabowo Gibran. Akibatnya, pada 11 Mei 2026, ketua umum KSTI, Indria Febriansah mendapatkan pesan teror empat nomor tak dikenal.

Pesan-pesan tersebut berisi:

➤ Ancaman kekerasan fisik dan diksi “eksekusi”;

➤ Pengiriman konten video manipulatif (deepfake) bermuatan asusila yang menyerupai wajah Pelapor; dan

➤ Serangan terhadap kehormatan pribadi dan upaya pembunuhan karakter.

Tak cukup dengan pesan tersebut, aksi teror bahkan menyasar ke orang-orang dekat ketum KSTI.

Kemudian pada malam harinya sekitar pukul 23.30 WIB, rumah Kost Ketua Umum KSTI di wilayah Jakarta Pusat didatangi oleh beberapa orang yang tidak dikenal.

“Pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, istri Ketua Umum KSTI di Yogyakarta menerima paket misterius (sistem COD) senilai Rp660.000 yang berisi sebilah keris. Paket tersebut dikirim dari wilayah Karanganyar tanpa identitas pemesan yang jelas, yang kami duga kuat sebagai bentuk teror simbolis terhadap keselamatan jiwa Indria dan keluarga.”

Atas berbagai insiden ini, Indria beserta keluarganya merasa terancam keselamatan jiwanya sehingga takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN