Ruteng, infopertama.com – Keteladanan dan semangat pelayanan St. Fransiskus Assisi tercermin dalam prosesi Perarakan Patung Bunda Maria Penolong Abadi di Paroki St Fransiskus Assisi-Karot, Keuskupan Ruteng.
Perarakan ini sebagai tanda dimulainya tradisi doa Rosario bergilir pada bulan Mei yang didedikasikan secara khusus oleh Gereja Katolik sebagai Bulan Maria untuk menghormati Bunda Yesus melalui devosi intensif, seperti doa Rosario, ziarah ke Gua Maria, dan persembahan bunga.
Tradisi ini berakar pada abad ke-13 dan dikukuhkan oleh para paus, terutama sebagai bentuk pengabdian untuk meneladani iman, ketaatan, dan keutamaan Maria.
Dalam suasana Tahun Yubileum St. Fransiskus Assisi, umat secara resmi memulai Prosesi Bunda Maria Penolong Abadi yang tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan semangat pelayanan.
Prosesi diawali dengan Misa Pembukaan Bulan Maria pada Jumat, 1 Mei 2026 di Gereja Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot, yang dihadiri ratusan umat dengan balutan busana adat Manggarai. Liturgi yang ditangani oleh Legio Maria berlangsung khidmat, mengantar umat memasuki bulan devosi kepada Bunda Maria dengan penuh sukacita dan harapan.
Usai perayaan Ekaristi, patung Bunda Maria Penolong Abadi diarak menuju Stasi Santo Antonius Padua Watu Alo. Iring-iringan prosesi melibatkan berbagai unsur umat: Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), pengurus wilayah, Komunitas Basis Gerejawi (KBG), hingga umat yang turut mengantar dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Barisan perarakan bahkan mendapat pengawalan dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Satpol PP, mencerminkan kolaborasi yang harmonis antara Gereja dan pemerintah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







