“Saya ditawari gaji Rp2,2 juta per bulan,” kata DDR mengutip Beritasatu.
Dengan dalih anaknya sakit, penyalur PRT tersebut kemudian meminta bertemu di depan Rumah Sakit Graha Husada yang berada di Jln. Gajah Mada, Kedamaian, Bandar Lampung. Di lokasi tersebut, menurut DL, dirinya dijemput seorang majikan tempatnya akan bekerja.
“Dari lokasi penjemputan itu, kemudian saya dibawa menuju arah Kali Balok, Sukarame, bukan Citra Land,” tutur DDR.
DDR menceritakan, begitu sampai di rumah, seluruh barang bawaannya disita oleh majikan. Dirinya juga diminta mengganti pakaiannya dengan baju sobek-sobek yang sudah disediakan.
“Saat itu, Oma (panggilan untuk majikan perempuan) sedang pergi ke Thailand karena ada urusan pekerjaan,” ucap DDR.
Beberapa hari setelah bekerja di rumah majikannya itu, DDR melanjutkan, Oma pulang dan memperlakukannya dengan buruk. Main tangan dan kaki jika menurutnya DDR berbuat salah.
Suatu ketika saat selesai mengepel rumah dan mandi, Oma menjambak rambutnya karena ada sedikit kotoran di lantai.
“Saat itu, dirinya disuruh lanjut mengepel dengan posisi telanjang bulat dengan kepala masih berbusa sampo,” ungkap DDR.
DDR mengungkapkan, PRT yang bekerja di rumah majikannya tersebut ada lima orang. Seluruhnya mendapat perlakuan yang sama buruknya. Lantaran mendapat perlakuan buruk tersebut, tiga temannya yang tidak berhasil kabur meminta izin berhenti kerja.
Hal ini membuat Oma marah dan menelanjangi mereka. Tidak hanya itu, Oma juga mencukur bulu di area sensitif dan memvideokannya dengan ponsel
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






