infopertama.com – Tabir gelap di balik video asusila yang menyeret nama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, akhirnya tersingkap. Polda Sumatera Barat memastikan bahwa rekaman Video Call Sex (VCS) yang sempat viral tersebut adalah hasil rekayasa digital alias video editan.
Kepastian ini didapat setelah jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar membongkar praktik pemerasan yang didalangi oleh seorang narapidana di balik jeruji besi.
Drama ini bermula dari dunia maya. Pelaku berinisial ABG, yang saat ini mendekam di Lapas Sarolangun, Jambi, menyusun skenario rapi dengan menciptakan sosok fiktif bernama “Mama Ayu”.
Menggunakan foto profil wanita cantik dan mengaku sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), akun Facebook palsu ini berhasil memancing perhatian korban. Komunikasi yang awalnya sekadar sapaan di media sosial berlanjut ke percakapan pribadi yang lebih intens.
“Pelaku menyamar sebagai PNS untuk menarik perhatian. Setelah komunikasi terjalin, mereka akhirnya bertukar nomor handphone,” ujar Pelaksana Sementara Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Citra, dalam keterangan persnya di Mapolda Sumbar, Rabu (18/3/2026).
Jebakan Rekaman Wajah
Di balik layar ponsel, ABG ternyata sedang bekerja. Saat melakukan panggilan video, pelaku diam-diam merekam wajah Safni Sikumbang. Modal rekaman wajah itulah yang kemudian “dijahit” atau diedit sedemikian rupa menggunakan aplikasi tertentu.
Hasilnya? Sebuah video yang seolah-olah memperlihatkan korban sedang melakukan aksi tidak senonoh melalui panggilan video di rumah dinasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






