Berita  

Warga Desa Loha Manggarai Barat Minta Pembangunan Gua Maria di Tanah Milik gereja Stasi Loha

“Sesuai dengan hasil rapat keluarga di Kampung Handeng, tidak menerima keputusan desa untuk membangun Gua Maria di situ,” ungkapnya.

Walterius menyebut rencana pembangunan ini tidak melibatkan dan tidak disosialisasikan kepada seluruh warga desa dan tokoh adat setempat.

“Memang ada sosialisasi hari ini (Senin, 10 Juli 2023) namun hanya mengundang 25 warga desa saja,” kata Dosen Fakultas Hukum, juga Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Karyadarma Kupang itu.

Walterius menyebut, pembangunan Gua Maria di mata air Wae Lokom akan mengancam keberlangsungan mata air akibat dari penebangan pohon demi membuka lahan pembangunan. “Keseimbangan alam hilang. Memang ada keinginan mereka menanam bambu di situ, tapi itu tidak ada jaminan,” tambahnya.

Walterius Jemaan yang juga Dosen Universitas Terbuka itu menuturkan, kawasan mata air Wae Lokom juga bukan milik Pemerintah Desa Loha, melainkan bagian dari wilayah ulayat Kampung Handeng.

“Desa tidak memiliki kekuatan apapun terhadap kepemilikkan tanah tersebut. Siapa yang pernah menyerahkan tanah kepada desa?” Tegasnya.

Walterius juga menyarankan agar pembangunan Gua Maria bisa lakukan di kompleks tanah milik gereja Stasi loha sangat strategis yang telah kita berikan kepada gereja, agar menjadi satu kesatuan dengan gerej. Di lokasi yang sama depan tanah gereja stasi loha di bagian sebelah jalan raya bagian kiri ke arah kampung Tanggar itu kantor desa loha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga destinasi wisata rohani desa loha menjadi satu kesatuan dengan gereja.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel