“Weang keta Ami ce ho anak, apa oke muing kami ga. landing Mai de anak suster so bo ga cama lipur lau beo. (Di sini kami merasa seperti sampah yang sudah tidak bernilai dan siap dibuang. Tapi, kehadiran para suster ke sini hari ini menyadarkan kami bahwa kami masih menjadi manusia asal mau berubah. Ini, rumah pertobatan bagi kami).” Ujarnya dalam bahasa lokal Manggarai.
Suster Melny, saat dimintai komentarnya menyebutkan bahwa kegiatan hari ini dirinya mengaku mendapat penguatan dari berbagai kisah sesama saudara di lapas Ruteng.


“Saya secara pribadi mendapatkan penguatan, saling berbagi cerita dengan mereka semua itu sangat epic. Kunjungan kami dari penjara Rohani ke komunitas penjara Jasmani. Bisa saling menguatkan saja. Mereka di dalam tidak berarti lebih buruk dari kita, kita semua Sam hanya ditempat dengan cara yang berbeda. Saya yakin setelah dari sini mereka semua akan menjadi orang-orang baik jika Meraka jadikan sebagai rumah pertobatan total.” Ujarnya.

Ketahui, selama kegiatan berlangsung tetap dalam pantauan dan penjagaan para petugas lapas.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
