Usut Kasus Penyerangan Mobil Relawan Caritas, Polisi Periksa 4 Saksi dan Siapkan Gelar Perkara

Ketua Caritas Keuskupan Ruteng, RD Beben Gaguk, saat dikonfirmasi via gawainya pada Senin (14/9/2026) menjelaskan bahwa ketegangan berawal di kawasan Watu Alo ketika sebuah sepeda motor melaju ugal-ugalan di depan mobil rombongan. Demi keselamatan, sopir armada relawan sempat menyalip untuk mengamankan jarak tempuh.

Namun, setibanya rombongan di kawasan Karot-Sondeng sekitar pukul 14.20 WITA, pengendara motor tersebut rupanya telah menunggu di tepi jalan dan langsung melempari mobil relawan dengan batu.

Sopir dan relawan yang turun dari kendaraan secara kooperatif untuk menanyakan alasan pelemparan tersebut justru diserang oleh sekelompok orang yang diduga kuat merupakan rekan-rekan pemotor tersebut. Akibat pengeroyokan itu, seorang relawan mahasiswa Ners Unika Santu Paulus Ruteng dan sopir armada mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Lapangan Ruteng.

“Kedua korban telah selesai menjalani penanganan medis awal dan dipastikan sudah kembali ke kediaman masing-masing. Penanganan hukum atas aksi penganiayaan ini sudah diserahkan penuh kepada pihak kepolisian dan sedang diproses sejak Minggu sore,” ungkap RD Beben.

RD Beben memastikan seluruh tim dokter dan relawan kini dalam kondisi aman. Penyerangan tersebut dipastikan tidak menghentikan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak, di mana tim Caritas tetap melanjutkan agenda pelayanan kesehatan dan psikososial hingga 17 September 2026.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel