Inovasi Pesta Catin: Jawaban Inovatif dan Terstruktur
Menurut Kapus Adrianus, melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, termasuk kemitraan strategis dengan gejreja dan tokoh masyarakat, Puskesmas Ponggeok berhasil merancang sistem penjaringan calon pengantin secara aktif dan sistematis.
Sebelumnya, pelayanan kesehatan pranikah hanya dilakukan pasif — menunggu calon pengantin datang sendiri ke puskesmas tanpa adanya edukasi dan skrining yang terjadwal.
Kini dengan Inovasi Pesta Catin jelas Kapus Adrianus, perubahan signifikan terjadi. Perubahan tersebut antara lain 1) Pelayanan menjadi aktif, sistematis, dan berbasis kemitraan; 2) Tersedia fasilitas pemeriksaan lengkap dan logistik pendukung; 3) Setiap calon pengantin mendapat sertifikat kesehatan pranikah; dan 4) Dilakukan edukasi dan konseling intensif terkait kesehatan reproduksi, risiko kehamilan, dan perencanaan keluarga.
Kapus Adrianus menambahkan hanya dalam kurun waktu dua tahun, hasilnya sangat menggembirakan. “Pada Tahun 2023, kunjungan catin sebanyak 43 orang, tahun 2024, meningkat tajam menjadi 86 orang dan pada tahun 2025 hingga Mei, seluruh 106 calon pengantin telah mengikuti pemeriksaan lengkap dan mendapatkan sertifikat,” tambahnya.
Selain itu, terjadi penemuan dini terhadap kasus berisiko seperti anemia, KEK, sifilis, dan penyakit menular lainnya. Bahkan, tahun 2025 menunjukkan kemajuan signifikan, tidak ditemukan lagi kasus KEK pada catin, menandakan keberhasilan intervensi sejak dini.
Tak hanya itu, kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) gencar dilakukan di gereja, sekolah, dan komunitas desa. Hasilnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sebelum menikah dan saat kehamilan terus meningkat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











