Cepat, Lugas dan Berimbang

Tindak Lanjut Quick Wins, Pemkab Manggarai Gelar Rakor Pengendalian Pergaulan Bebas Remaja

“Pergaulan bebas dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan remaja dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengembangkan strategi untuk mencegah pergaulan bebas,” jelas Frans Gero.

Sebanyak 2468 dari 9530 siswa/I SMA Sederajat di Langke Rembong tinggal di indekos.

Kadis PPPA Kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Aso,SST dalam penyampaian materi menegaskan, dari data yang dihimpun oleh oleh Dinas PPPA terdapat 9.530 siswa siswi SMA sederajat di Kecamatan Langke Rembong (18 dari 21 SMA sederajat data yang masuk) dan dari jumlah itu, 2468 siswa siswi tinggal di indekos atau kos-kosan.

Pihak DP3A jelas Kadis Yasinta Aso, dalam posisi siap untuk mengendalikan pergaulan bebas remaja di Kabupaten Manggarai. Dan selama ini pihaknya juga telah melaksanakan berbagai macam kegiatan posisitif untuk para remaja melalui Forum Anak Kabupaten Manggarai (Fakam).

Menurut Kadis Yasinta, dalam 100 hari ini upaya-upaya pengendalian akan dilakukan secara massif. Agar tercapai, Dinas P3A akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. “Kami akan berkerjasama dengan semua pihak, karena masalah pergaulan bebas remaja ini harus menjadi persoalan bersama yang membutuhkan penanganan yang serius,” jelasnya.

Lebih lanjut Kadis Yasinta Aso memaparkan, berdasarkan penelitian Yayasan Gembala Baik Weta Gerak, anak yang bermigrasi secara mandiri berindikasi dapat melakukan perilaku beresiko yang diakibatkan oleh minimnya akses akan pengetahuan seperti hak-hak anak dan bentuk-bentuk kekerasan pada anak, Kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja, dan resiko bermigrasi secara mandiri & perdagangan manusia (human Traffiking).”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN