“Sekitar 95 persen dari 329 ribu penduduk Manggarai beragama Katolik. Ini bukan sekadar statistik, tapi potensi besar dalam membangun narasi wisata berbasis nilai religius dan kultural,” tegasnya.
Partisipasi Bupati Manggarai dalam forum internasional ini mencerminkan komitmennya untuk mendorong pembangunan pariwisata yang inklusif, berakar pada nilai-nilai lokal, serta mampu bersaing di tingkat global dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan keberlanjutan, di mana masyarakat lokal terlibat aktif dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan manfaat dari sektor pariwisata. Prinsip tourism for people, not just for profit, menurutnya, harus menjadi pijakan utama dalam pembangunan destinasi.
Bupati Hery juga menyoroti bahwa daya tarik pariwisata Manggarai bukan hanya pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya dan spiritualitas warganya.
“Sekitar 95 persen dari 329 ribu penduduk Manggarai beragama Katolik. Ini bukan sekadar statistik, tapi potensi besar dalam membangun narasi wisata berbasis nilai religius dan kultural,” tegasnya.
Partisipasi Bupati Manggarai dalam forum internasional ini mencerminkan komitmennya untuk mendorong pembangunan pariwisata yang inklusif, berakar pada nilai-nilai lokal, serta mampu bersaing di tingkat global dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh nurani sosial yang beradab.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







