Cepat, Lugas dan Berimbang

Sendal Seribu, Pendosa yang Dikasihi Allah

Kata ayahnya kepadanya, ‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” Demikianlah Sabda Tuhan

Pendosa yang Dikasihi Allah

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sebagai orang beriman, satu hal yang mesti kita sadari bahwa kita adalah manusia berdosa, tetapi kita manusia berdosa yang dikasihi oleh Allah.

Allah kita adalah Allah yang menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut (Mi 7:19).

ALLAH tidak akan tahan melihat segala dosa dan pelanggaran kita, karena itu Ia selalu membuka tanganNya menanti setiap anakNya datang dan berada dalam pelukan-Nya. Gambaran ini, sangat nyata dilukiskan oleh penginjil Lukas dalam kisah injil hari ini, Bapa yang Maharahim (Luk 15:11-32).

Kisah seorang ayah yang tidak memerhitungkan dosa anak bungsunya tetapi selalu merindukan agar anak bungsunya kembali berada dalam pelukannya. Tindakan belas kasih sang ayah terungkap jelas ketika ia berlari, merangkul dan mencium. Sang Ayah meninggalkan apa yang telah terjadi, dan berlari menjemput kehidupan baru.

Gerakan Kasih sang ayah ini menjadi sebuah gerakan belas kasih yang menyambut anaknya dengan penuh kasih. Si anak tidak merasa ditolak, dibenci tetapi sungguh merasakan dikasihi dan dicintai bahkan dirindukan kedatangannya.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kisah ini, adalah kisah hidup kita saat ini. Kisah di mana kita pulang ke pangkuan Bapa yang penuh belas kasih, Kisah di mana kita dikasihi, dicintai oleh ALLAH, meski kita sungguh telah berdosa. Juga kisah tatapan KASIH melenyapkan dosa dan masa lalu, untuk menatap masa depan dengan penuh kasih dan cinta.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN