Cepat, Lugas dan Berimbang

Sendal Seribu, Menjadikan Hidup Sebagai Berkat Bagi Sesama

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Letak kebahagiaan kita sebagai seorang pengikut Kristus adalah ketika hidup kita sudah menjadi berkat bagi orang lain, dengan apa adanya kita saat ini, bukan karena ada apanya kita. Inilah panggilan kita saat ini adalah untuk menjadi berkat bagi sesama.

Jika belum bisa menjadi berkat bagi sesama, maka setidaknya kita berusaha sedikit, agar kehadiran kita di tengah sesama di sekitar kita tidak menjadi sumber kutuk atau bencana bagi sesama.

Nabi Yeremia mengatakan bahwa: Hanya orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapan pada Tuhan, (Yer 17: 7) hidupnya akan menjadi berkat bagi sesama. Sebab, agar dapat menjadi berkat bagi sesama, kita harus mendekati Sumber Berkat itu sendiri yakni TUHAN.

Semakin kita mendekatkan diri pada Sumber Berkat ini maka hidup kita pun akan menjadi saluran berkat ALLAH bagi sesama, kembali saya katakan dengan apa adanya kita, dengan senyum kita bagi mereka yang kehilangan senyum, dengan sapa ramah kita bagi mereka yang terabaikan, dengan kasih sayang kita bagi mereka yang kehilangan kasih sayang, dengan kehadiran kita bagi mereka yang kesepian.

Intinya kita hadir dengan seluruh diri kita, dengan apa adanya kita, membawa YESUS yang sungguh hidup di dalam diri kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Agar dapat menjadi berkat bagi sesama kita harus bisa meninggalkan kenyamanan diri, kesombongan diri dan kenikmatan diri.

Kita harus berani keluar dari diri sendiri dan menjumpai saudara-saudari kita yang ada di sekitar kita yang membutuhkan bantuan kita. Kisah orang kaya dan Lazarus dalam INJIL pada hari ini (Luk 16:19-31), adalah kisah hidup kita, di mana kita lebih cepat menolong orang dari tampilan fisiknya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN