Cepat, Lugas dan Berimbang

Sendal Seribu, Masa Tobat untuk Saling Mengasihi

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
KASIH KEPADA ALLAH ini harus kita wujudnyatakan juga dalam kasih kita kepada sesama. Siapakah sesamaku? Jumpai sesama di dalam keluarga, di dalam komunitas, di dalam lingkungan pekerjaan kita yang senantiasa rindu untuk dikasihi, dicintai, diperhatikan dan diterima. Semakin kita dekat dengan ALLAH maka kita akan semakin dengan sesama.

Semakin kita kita mengasihi ALLAH maka kita akan semakin mengasihi sesama. Relasi dan kasih kita kepada ALLAH tidak akan membuat kita menjaga jarak dengan sesama di sekitar kita. Yesus berkata dalam injil hari ini Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa.

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Menjadi jelas bagi kita bahwa mengasihi ALLAH membawa kita untuk semakin mengasihi sesama. Mengasihi dengan berusaha mengurangi sedikit demi sedikit ego kita, sikap sombong kita, sikap iri hati kita, sikap amarah kita, sikap memilih dan memilah dalam berelasi.

Kalau KASIH ALLAH sungguh kita resapi dalam hati kita, maka hati kita akan berkembang dalam kasih. Oleh karena itu, di masa Prapaskah ini, mari kita semakin menjulurkan akar pohon kehidupan kita pada DIA, POKOK KEHIDUPAN dan SUMBER KASIH SEJATI, agar kita tidak terus menerus tinggal dalam kegelapan dosa dan kebiasaan untuk menaruh benci dan dendam kepada sesama. Orang lain boleh menaruh dendam dan amarah kepada kita, tetapi di dalam hati kita jangan awetkan itu sebab kita akan kehilangan kesempatan untuk merasakan KASIH ALLAH yang sudah memilih hati kita untuk DIA tempatkan KASIHNYA YANG SEMPURNA.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN