Sendal Seribu, Hati yang Baik Bagi Sabda Allah

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

Hati yang Baik Bagi Sabda Allah

Kita tidak selamanya berada di pinggir jalan kehidupan yang membuat kita terdepak dari cinta kasih dan kebaikan. Kita juga tak selamanya harus dihimpit oleh duri kesombongan, duri iri hati dan duri masa lalu yang menyakiti tanpa tahu membalut dan mengobati. Hidup kita adalah sebuah kemenangan dari perjuangan yang tak mengenal lelah untuk menjadikan hati sebagai lahan yang baik bagi Sabda Allah.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Sejak awal mula, kita ini baik dan sungguh amat baik. Ada benih kebaikan di dalam hati kita yang membuat kita untuk selalu tergerak berbuat baik, menjadi baik, menjauhkan diri dari kejahatan. Benih itu akan tumbuh dengan subur bila kita rajin merawatnya melalui DOA dan EKARISTI.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel