Dipanggil untuk Berani Mengakui Kelebihan Orang lain
“Agar damai bisa bertumbuh dalam keluarga, masyarakat dan dunia kita bisa memulainya dengan berhenti menjadi negatif dan menyadari bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam hidup kita. Paus Fransiskus”
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih, salah satu kecenderungan manusiawi adalah cepat untuk menghakimi sesama. Dibutuhkan semangat kerendahan hati untuk mengakui kelebihan dan menerima kekurangan orang lain atau sesama. Hari ini, kita melihat bagaimana Yesus dituduh kerasukan setan oleh karena perbuatan baikNya yang telah menyembuhkan banyak orang dan membuat banyak mukjizat.
Suatu perbuatan ajaib yang dikerjakan Allah dalam diri Yesus Kristus. Pekerjaan inilah yang tidak diakui oleh ahli-ahli taurat. Mereka tidak menerima dan mengakui segala kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Karena itu mereka dengan mudah mengatakan bahwa Yesus bertindak atas kuasa setan, Beelzebul.
Di sini, kita bisa katakan bahwa akar dari segala kebohongan ahli-ahli Taurat adalah iri hati. Iri hati menutup pintu bagi hadirnya dan berkarya Roh Kudus. Kita kerap terjebak dalam sikap iri hati. Ingatlah bahwa iri hati dengan begitu cepat memengaruhi pikiran kita. Dia melahirkan pikiran negative yang merambat cepat seperti aliran darah yang masuk dan mengalir dalam nadi kita.
Iri hati kemudian mematikan jiwa kita, menggersangkan hati kita akan kasih dan persaudaraan, merampas dengan perlahan sukacita dari hidup kita. Kita menjadi pribadi yang jahat. Pribadi yang cepat untuk menilai kekurangan orang lain, yang hidup dalam perasaan negative. Pribadi yang tidak bisa bersukacita melihat kebaikan, kelebihan, kesuksesan yang dimiliki oleh orang lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







