Senin, 27 Februari 2023
Hari Biasa, Pekan Prapaskah I
Im. 19:1-2,11-18;Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46
[Thn. VI-SS/58/2/2023]
Antifon Pembuka
Sebagaimana mata seorang hamba tertuju kepada tuannya demikian pula mata kita tertuju kepada Allah agar Ia mengasihani kita. Sayangilah kami ya Tuhan, sayangilah kami.
Doa Kolekta
Marilah kita berdoa
Allah Bapa Penyelamat Orang Berdosa, bukalah hati kami untuk menerima ajaranMu. Semoga kami bertobat dari dosa kami dan memperoleh manfaat dan karunia dari matiraga kami sehingga kami semakin menjauhkan diri dari dosa dengan semakin mendekatkan diri kami hanya kepadaMu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, Amin.
Bacaan injil
Inilah Injil Suci Menurut Matius
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan. Dan, semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.” Demikianlah Sabda Tuhan
AKAS: Aku Kamu Saudara
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Kemarin kita diajak oleh YESUS untuk pergi ke Padang Gurun. Di Padang Gurun, YESUS menujukkan kepada kita betapa kuatnya Sabda Allah untuk menangkis pengaruh dan kuasa Roh Jahat. Sabda Allah juga menjadi kunci bagi kita untuk membuka pintu hati kita menuju Allah dan sesama. Supaya kita tidak terlalu memfokuskan diri pada kepentingan diri sendiri, pada sikap menyombongkan diri sehingga kita justru merangkai hidup tak seindah yang telah rencanakan TUHAN atas kita.
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Sabda Allah adalah ROH dan KEHIDUPAN yang sungguh mendatangkan sukacita di dalam hati. penting sekali memiliki rasa sukacita ini di dalam hati sehingga kita mampu menularkan sukacita ini kepada orang-orang di sekitar kita. sama seperti, perlu kita memiliki rasa kasih di dalam diri sendiri sehingga kita mampu untuk memberikan cinta dan harapan kepada orang-orang yang kita temui, sebab itu sama halnya dengan kita sedang mencintai diri kita sendiri dan memupuk harapan di hati kita. Ketika kita membiarkan KEBENCIAN dan DENDAM menumpuk di dalam hati kita maka kita akan sulit untuk menjadi saudara bagi sesama, akan menjadi sukar untuk mengasihi orang lain.
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Kita harus bisa mengasihi sesama seperti diri kita sendiri (Im 19:17-18) meski itu sangat sulit untuk kita lakukan. KASIH yang ALLAH telah tanam di dalam hati kita mesti kita bagikan kepada sesama yang ada di sekitar kita terutama kepada mereka yang miskin, menderita, anak-anak terlantar, mereka yang diabaikan, mereka yang kurang diperhatikan mereka yang dilecehkan dan mereka yang ingin dikasihi. Kita harus memohon rahmat Allah agar kita diberikan kekuatan untuk melakukan semuanya itu untuk TUHAN. Kita harus hadir sebagai saudara bagi sesama di sekitar kita terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan kita. Dengan cara demikian, Allah akan tempatkan kita pada sisi kananNya (Mat 25: 34-40).
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Bilamanakah kami melihat Engkau lapar, haus atau sebagai orang asing atau telanjang. Atau sakit dan dalam penjara dan kami harus melayani engkau? Marilah kita kembali ke rumah, ke dalam keluarga dan komunitas kita. Di sana ada anggota keluarga dan komunitas kita yang lapar akan kasih sayang, haus akan cinta, merasa diri terpenjara oleh karena kurang perhatian. Merasa asing dalam keluarga dan komunitas karena tidak mendapatkan kash sayang dan tidak dpedulikan, ada anggota keluarga dan komunitas yang mengalami sakit hati, karena terabaikan kehadirannya. Kalau kita bisa memperhatikan hal-hal kecil ini yang terjadi di dalam keluarga dan komunitas kita maka kita akan dengan mudah untuk menjadi saudara bagi sesama dalam lingkup yang lebih luas
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Mari kita mulai dari dalam keluarga dan komunitas kita untuk MENJADI SAUDARA BAGI SESAMA. Sebab teknologi saat ini kerap menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Yang jauh dikasihi dan yang dekat dibenci. Semoga itu tidak terjadi dalam hidup kita. Salam AKAS: Aku Kami Saudara.

Doa Penutup
Marilah Kita Berdoa
Ya Tuhan kami bersyukur atas kasihMu yang merangkul kami. Beri kami kekuatan agar kami juga mampu untuk merangkul sesama kami. Terutama mereka yang lemah, miskin, menderita dan yang lemah agar mampu mewujudkan keadilan dan cinta kasih. Dengan Pengantaraan Kristus Tuhan kami, Amin.
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Sangu Yusuf, Benteng Jawa
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




