Program PSA, lanjut Romo Pepy, juga didukung dengan kebijakan yang mendorong gereja untuk menyediakan fasilitas ramah anak, seperti ruang bermain, bahan bacaan edukatif, dan wadah keterlibatan anak dalam liturgi serta kegiatan sosial.
“Dengan keterlibatan aktif anak dalam kehidupan komunitas, program ini mendorong anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berdaya” tutupnya.
Cek keseruan: Laga Final Volly Putri Dies Natalis Unika Ruteng
Era Digital: Tantangan dan Peluang
Simak: Laga Final, SMAK Regina Pacis Lumpuhkan SMAK Gregorius Reo
Fransiskus De Gomes, S.Fil., M.Pd., berbicara tentang fenomena kekerasan siber yang semakin meningkat di era digital.
Ia mengingatkan pentingnya literasi digital bagi anak-anak dan keluarga untuk melindungi mereka dari ancaman dunia maya.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti peran penting institusi pendidikan dalam memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada siswa mengenai keamanan digital dan etika menggunakan teknologi.
Strategi Perlindungan yang Terpadu
Simak: Fikes Unika St. Paulus Ruteng
Seminar ini menekankan bahwa strategi perlindungan anak harus mencakup langkah-langkah kolaboratif antara berbagai pihak.
Adriani Tamo Ina Talu, M.Pd., menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam perlindungan anak, diikuti oleh dukungan masyarakat dan institusi pendidikan.
“Kebijakan yang inklusif dan regulasi yang kuat juga menjadi kunci untuk menjamin hak-hak anak terpenuhi secara holistic” jelasnya.
Namun, seminar ini juga mengungkapkan tantangan utama dalam implementasi strategi ini, termasuk kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya koordinasi antara lembaga.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







