Tidak seperti AHY si anak pepo tadi yang beringas terhadap kekuasaan, Gibran memulai semuanya dari nol, seperti ayahnya. Hanya startnya yang dia contoh dari sang ayah, bukan gaya kepemimpinan, apalagi gaya pidatonya.
Kondisi negara memang tidak selalu baik-baik saja, dari situlah negara ini butuh kontribusi dari anak-anak bangsanya. Bukan yang berkoar-koar menjatuhkan pemimpinnya dan membanggakan masa lalu ayahnya. Tapi yang mau membangun negara dan membangkitkan semangat, untuk membawa negara keluar dari zona nyamannya, menuju kemajuan.
Sumber: seword
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






