Cepat, Lugas dan Berimbang

Sama-Sama Anak Presiden, Gibran Politisi Karbitan yang Lebih Berkualitas dari AHY

Ia memulai jalan politiknya lewat posisi ayahnya dulu, menjadi seorang wali kota Solo. Tidak seperti AHY yang mengadopsi gaya ayahnya dalam memimpin, Gibran punya cara beda dari ayahnya.

Sikap aslinya yang cuek nyatanya juga masih bersarang indah dalam pribadinya selama memimpin Solo. Tapi jangan salah, kecuekannya tadi hanya diaktifkan saat orang seperti AHY berkoar-koar saja kok. Untuk urusan warganya, dia ada di garda terdepan melayani sepenuh hati.

Tidak seperti ayahnya yang gemar melakukan aksi blusukan hingga saat ini, Gibran lebih suka memimpin dengan gaya milenialnya. Dia memiliki inovasi dalam menciptakan pembaharuan di Solo. Dengan memajukan kelas UMKM, Solo dijadikan sebagai pusatnya event besar sekaligus role model dari gaya milenial.

Seni dan budaya yang ada terus ia kembangkan, dengan menyisipkan dalam setiap event yang terselenggara di Solo. Terbukti dengan pergerakan Gibran ini, pertumbuhan ekonomi Solo yang awalnya minus 1,74% menjadi tumbuh sebanyak 6,25%.

Kepintaran AHY rasanya mati jika disandingkan dengan Gibran. Sulung dari Jokowi itu tak pernah membawa nama ayahnya selama memimpin Solo, ya sebatas presiden yang harus dipatuhi dan ditaati.

Fokusnya hanya satu, membawa Solo maju bersamanya. Jangan salah, banyak makian dan cemohan kerap juga mengahampirinya, tapi dia tak mencari tameng pembenaran. Ikhlas menerimanya saja, karena itu bagian dari dinamika selama memimpin.

Kebaikannya inilah yang orang manfaatkan sebagai alat untuk meraih perhatian sekaligus suara rakyat Indonesia. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh capres dari Gerindra, Prabowo Subianto. Hanya karena mengajak Gibran melipir makan malam, nama anak pertama Jokowi itu jadikan objek dukungan suara dalam kontestasi pilpres mendatang.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN