Rumah Gendang, Tanda Kebersamaan: Sinodalitas Mengakar dalam Karya Pastoral

Oplus_131072

Ruteng, infopertama.com – Di bawah naungan rumah gendang—simbol kebersamaan yang hidup dalam budaya Manggarai—umat KBG Santo Markus Mena berkumpul dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan pada 24 Maret 2026 di Redong.

Sapaan akrab, senyum, dan canda ringan mewarnai pertemuan malam itu. Kunjungan pastoral (lejong) Tim Sinode B Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada Selasa malam tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum untuk meneguhkan bahwa sinodalitas sungguh hidup—berakar dalam budaya, bertumbuh dalam iman, dan nyata dalam karya pastoral Gereja.

Kegiatan ini dihadiri oleh umat dari berbagai kalangan: anak-anak, orang muda, kaum perempuan, hingga para lansia. Rumah gendang sebagai tempat pelaksanaan menjadi simbol yang kuat. Tiang utama yang terhubung dengan balok-balok lainnya mencerminkan kesatuan yang kokoh. Gambaran ini selaras dengan semangat sinodalitas, yakni Gereja yang berjalan bersama, saling terhubung, dan saling menguatkan dalam semangat komunio.

Dalam sesi lejong, Adam Musi dari Dewan Keuangan Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong memberikan peneguhan tentang makna sinodalitas dalam kehidupan Gereja. Ia menekankan bahwa umat dipanggil menjadi teman seperjalanan, berjalan bersama menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara rohani maupun jasmani. Dalam kebersamaan itu, setiap orang memiliki peran. Setiap orang dipanggil untuk ambil bagian.

Ia menegaskan, “Kolekte dan gesshar bukanlah beban, melainkan ungkapan iman atas kebaikan Tuhan.” Partisipasi umat dalam memberi hendaknya lahir dari kesadaran iman dan rasa syukur, bukan karena keterpaksaan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel